3 Perjanjian Terbesar dalam Al Qur’an

📌 #SeriTadabburAyat – 47
.
Dalam Al Qur’an, disebutkan 3 “Perjanjian Teguh” (mītsāqan ghalīzhan):
.
1⃣ Saat Allah mengambil perjanjian dengan para Nabi dan Rasul-Nya untuk menyampaikan risalah.

⭐ { وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا }
[الأحزاب : 7]

⭐ “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.”
(QS Al Ahzāb [33]: 7)

2⃣ Saat Allah mengangkat bukit Thursina di atas kepala Bani Israil
.
⭐ { وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا }
[النساء : 154]

⭐ “Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka: ‘Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud’, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: ‘Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu’, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.”
(QS An Nisā’ [4]: 154)

3⃣ Saat perempuan melalui wali mengambil ijab qabul laki-laki yang menikahinya
.
⭐ { وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا } [النساء : 21]

⭐ “Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.”
(QS An Nisā’ [4]: 21)

✅ Allah sifati ikatan pernikahan antara suami dan istri layaknya ikatan perjanjian antara Allah dengan makhlukNya (para Nabi dan Bani Israil). Sehingga ketiga perjanjian tersebut adalah perjanjian terbesar yang pernah dibuat.
.
✅ Sang suami yang diambil janjinya oleh sang istri memiliki 2 kemungkinan:

  1. memenuhi janji itu sebaik-baiknya, amanah, dan mulia sebagaimana para Nabi dan Rasul telah memenuhi janji risalah kepada Allah
  2. melanggar janji itu sebagaimana Bani Israil melanggar perjanjian dengan Allah.

✅ Ketiga “mītsāqan ghalīzhan” tersebut terdapat di 2 surat yang memuat tema berinteraksi dengan perempuan (istri): An Nisā’ dan Al Ahzāb.
Maka berlemah lembutlah pada istrimu.

  • Abu Utsman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *