Cara Rasulullah Membaca Al Qur’an


#NasehatQurani – 21

Inilah di antara cara & metode Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam membaca Al Qur’an (sifat bacaan Nabi):

1) Al Maddu (Panjang)
.
Rasulullāh shallalāhu ‘alaihi wasallam memanjangkan setiap akhir ayat (jika mad), dan menjaga konsistensi bacaan mad.
.
Anas bin Malik berkata mengenai bacaan Rasulullāh:
.
كان يمدّ مدّا
.
“Bacaannya panjang (mad).”
[ HR. Bukhari ]
.
2) Taqtī’ul Qirā’ah (Memotong Bacaan)

Rasulullāh selalu berhenti di setiap akhir ayat dan tidak memyambungkan ayat dengan ayat.
.
Ummu Salamah mengatakan:
.
كان يقطع قراءته آية آية
.
“Bahwasanya Rasulullāh memotong bacaannya ayat per ayat.”
[ HR Ahmad, Abu Dawud ]
.
3) Yatafā’alu Ma’al Āyah (Berinteraksi Dengan Ayat)
.
Hudzaifah mengatakan:
.
إذا مرَّ بآيةٍ فيها تسبيحٌ سبَّح، وإذا مرَّ بسؤالٍ سأل، وإذا مر بتعوذٍ تعوذ، 
.
Bila Rasulullāh melewati ayat yang terdapat tasbih, maka beliau akan bertasbih, dan bila melewati doa, beliau akan berdoa, dan bila melewati ayat tentang meminta lerlindungan maka beliau akan meminta perlindungan”
[ HR. Muslim ]
.
4) Muta’anniyah Wadhihah (Bacaannya Jelas)

Ummu Salamah menyifati bacaan Rasulullāh dengan berkata:
.
قراءةً مفسّرةً حرفًا حرفًا
.
Bacaannya dibaca dengan jelas huruf per hurufnya.”
[ HR At Tirmidzi ]
.
5) Tardīdul Āyah (Mengulang Ayat)
.
‘Aisyah berkata:
.
قام رسول الله صلى الله عليه وسلم بآية من القرآن ليلة
.
Rasulullah pernah shalat dengan membaca satu ayat Al Qur’an semalam penuh”
[ HR At Tirmidzi ]

Sebagian ulama mengatakan bahwa hendaknya para imam meneladani bacaan Nabi semalam penuh hanya pada shalat-shalat malam (tahajjud), bukan di shalat fardhu.

Demikian 5 sifat bacaan Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallam. Semoga kita bisa meneladani cara Rasulullah dalam membaca Al Qur’an. Aamiin.


© TADABBUR QUR’AN INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *