Pentingnya Berdoa Di Bulan Ramadhan

 #SeriTadabburAyat – 35

Di antara lembaran-lembaran Al Qur’an yang kita baca..
Tatkala bacaan kita sampai pada rangkaian ayat bertemakan syari’at puasa Ramadhan di Surah Al Baqarah..

Sadarkah kita bahwa ada 1 ayat dengan tema berbeda “menyelip” di rangkaian ayat – ayat bertemakan puasa?
Ingatkah kita ayat tersebut?

⭐ QS Al Baqarah [2] ayat 183-187:

[183] Tentang Puasa Ramadhan:
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ… }

[184] Tentang Puasa Ramadhan:
{ أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۚ … }

[185] Tentang Puasa Ramadhan:
{ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ… }

[186] Tentang Doa:
{ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ … }

[187] Tentang Puasa Ramadhan:
{ أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ … }

Ayat unik itu adalah ayat 186. Allah ta’aalaa berfirman di ayat tersebut:

⭐ { وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ }

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu…
maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Mari kita tadabburi ayat ini:

1⃣ Allah memulai ayat ini dengan menunjukkan cintaNya kepada para hambaNya melaui penyebutan (عِبَادِي) “hambaKu” dan (فَإِنِّي قَرِيبٌ) “Aku dekat”.

2⃣ Allah Yang Maha Pengasih menjawab langsung pertanyaan hamba tentangNya “bahwasanya Aku dekat”, tanpa melalui perantaraan Nabi shallallaahu ‘alahi wasallam dengan (ْقُل) “katakanlah (wahai Muhammad)”, sebagaimana terdapat di ayat-ayat lainnya.

3⃣ Hikmah kenapa Allah meletakkan ayat doa ini di antara ayat-ayam shiyam (wallaahu a’lam):
.
Sebagai isyarat akan pentingnya berdoa di bulan Ramadhan serta pengaruh yang ditimbulkannya.

Sehingga mamacu kita agar semakin memperbanyak doa di bulan yang mulia ini.

Sebab Nabi shallallaahu ‘alahi wasallam pernah bersabda:

( ثلاثة لا ترد لهم دعوة… )

“Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak..”

salah satunya:

( …الصائم حتى يفطر… )

“..doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka..”

[ HR At Tirmidzi ]

Sedangkan dalam riwayat Ibnu Majah:

( إن للصائم عند فطره دعوة ما ترد )

“Sungguh orang yang berpuasa mempunyai do’a yang dikabulkan & tak akan ditolak tatkala ia berbuka puasa.”

Dan telah masyhur bahwa beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menyarankan ummatnya untuk berdoa saat yakin berada di malam Lailatul Qadr dengan doa berikut:

ﺍﻟﻠَّـﻬُـﻢَّ ﺇﻧَّﻚَ ﻋَﻔُﻮٌّ ﺗُـﺤِﺐُّ ﺍﻟﻌَﻔْﻮَ ﻓَﺎﻋْﻒُ ﻋَﻨِّﻲ

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku.”

[ HR At Tirmidzi dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anha ]

Maka sebagaimana malam-malam Ramadhan adalah malam terbaik dalam setahun (bahkan malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan)..
Serta termasuk waktu mustajab untuk dikabulkannya doa..
Maka pantaslah jika ayat di atas disisipkan ke dalam rangkaian ayat-ayat puasa Ramadhan..
Terlebih setelah kita mentadabburi makna yang dikandungnya..

Oleh sebab itu, kita jangan sampai lupa untuk selalu menyempatkan waktu kita di bulan yang mulia ini guna bermunajat pada Dzat Yang Maha Mendengar Doa…
Untuk mengetuk pintu-pintu langit yang bahkan telah terbuka & tercurah rahmat dariNya..

Dirangkum oleh Tadabbur Qur’an Indonesia dari tulisan Syaikh Dr. Nashir Al Umar & Syaikh Muhammad Al Faraj dengan beberapa tambahan & penyesuaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *