Tadabbur: Sebuah Kewajiban Ummat (3/3)

📌 #NasehatTentangQuran – 5

📝 ﺗﺪﺑﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﺍﻷﻣﺔ

👤 الشيخ د. ﻧﺎﺻﺮ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺍﻟﻌﻤﺮ – حفظه الله –

📝 TADABBUR, SEBUAH KEWAJIBAN UMMAT
👤 Syaikh Dr. Nashir bin Sulaiman Al Umar – hafizhahullāh

▶ Targhib & Tarhib

✅ ﻭﻣﻦ ﺟﻬﺔ ﺃﺧﺮﻯ، ﻓﻴُﺨﺸﻰ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺣﺎﻝ ﻣﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻭﻳﺤﻔﻆ ﺩﻭﻥ ﺗﺪﺑﺮ ﻛﺤﺎﻝ ﻣﻦ ﺳﺒﻘﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﻢ ﺍﻟﺘﻲ ﻋﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ، ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺃُﻣِّﻴُّﻮﻥَ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻣَﺎﻧِﻲَّ { ‏[ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 78 ‏]

✅ Di sisi lain, dikhawatirkan orang yang membaca dan menghafal tanpa tadabbur akan terjatuh pada kondisi seperti umat-umat sebelum kita yang dicela oleh Allah. Sebagaimana dalam firmanNya:

“Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.”

(QS Al Baqarah: 78)

✅ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺎﺷﻮﺭ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ‏( ﻗﻴﻞ : ﺍﻷﻣﺎﻧﻲ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ، ﺃﻱ ﻻ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺇﻻ ﻛﻠﻤﺎﺕ ﻳﺤﻔﻈﻮﻧﻬﺎ ﻭﻳﺪﺭﺳﻮﻧﻬﺎ ﻻ ﻳﻔﻘﻬﻮﻥ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻌﻨﻰً، ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻋﺎﺩﺓ ﺍﻷﻣﻢ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ؛ ﺇﺫ ﺗﻘﺘﺼﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﺮﺩ ﺩﻭﻥ ﻓﻬﻢ ‏) ‏( 6 ‏)

✅ Ibnu ‘Asyur rahimahullāh berkata tentang tafsiran ayat tersebut,

“Al amāniyyul qirā’ah, maksudnya mereka tidak mengetahui Al Kitab, melainkan sekadar kata-kata yang mereka hafal dan pelajari tanpa memahami maknanya. Ini seperti kebiasaan umat-umat yang sesat, mereka hanya membaca tanpa memahami.” [6]

✅ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻻﻛﺘﻔﺎﺀ ﺑﺎﻟﺘﻼﻭﺓ ﺩﻭﻥ ﻋﻤﻞ – ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﻟﻮﺍﺯﻡ ﺍﻟﺘﺪﺑﺮ – ﻓﻤﺼﻴﺒﺔ ﻋﻈﻴﻤﺔ ﻭﻛﺴﺮ ﻻ ﻳﻨﺠﺒﺮ، ﻭﻗﺪ ﻣﺜَّﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﻟﻤﻦ ﻳﺤﻤﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻻ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺑﺄﺳﻮﺃ ﻭﺃﻗﺒﺢ ﻣﺜﻞ، ﻓﻘﺎﻝ : } ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺣُﻤِّﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓَ ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﻤِﻠُﻮﻫَﺎ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﺤِﻤَﺎﺭِ ﻳَﺤْﻤِﻞُ ﺃَﺳْﻔَﺎﺭًﺍ ﺑِﺌْﺲَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﺬَّﺑُﻮﺍ ﺑِﺂَﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ { ‏[ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ : 5 ‏]

✅ Adapun sebatas tilawah tanpa amal -yang merupakan konsekuensi tadabbur-, maka ini adalah musibah besar. Allah ta’āla membuat perumpamaan orang yang mengemban ilmu tapi tidak mengambil manfaat dari ilmunya dengan perumpaman yang paling buruk. Allah berfirman,

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

(QS Al Jumu’ah: 5)

✅ ﻭﻗﺎﻝ : } ﻭَﺍﺗْﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻧَﺒَﺄَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺁَﺗَﻴْﻨَﺎﻩُ ﺁَﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓَﺎﻧْﺴَﻠَﺦَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻓَﺄَﺗْﺒَﻌَﻪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻓَﻜَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻐَﺎﻭِﻳﻦَ ‏( 175 ‏) ﻭَﻟَﻮْ ﺷِﺌْﻨَﺎ ﻟَﺮَﻓَﻌْﻨَﺎﻩُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻪُ ﺃَﺧْﻠَﺪَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻊَ ﻫَﻮَﺍﻩُ ﻓَﻤَﺜَﻠُﻪُ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﻜَﻠْﺐِ ﺇِﻥْ ﺗَﺤْﻤِﻞْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻳَﻠْﻬَﺚْ ﺃَﻭْ ﺗَﺘْﺮُﻛْﻪُ ﻳَﻠْﻬَﺚْ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﺬَّﺑُﻮﺍ ﺑِﺂَﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓَﺎﻗْﺼُﺺِ ﺍﻟْﻘَﺼَﺺَ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ { ‏[ ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ : 175 ، 176 ‏]

✅ Dan firmanNya,

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.”

(QS. Al A’rāf: 175-176)

✅ ﻓﻴﺨﺸﻰ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﺪﺑﺮﻩ ﻭﻳﺘﺄﺛﺮ ﺑﻪ ﻭﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﺃﻥ ﻳﻠﺤﻘﻪ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ .

✅ Dikhawatirkan orang yang membaca Al Qur’an tanpa tadabbur, tidak tersentuh, dan tidak mengamalkannya akan mengalami musibah seperti yang menimpa umat terdahulu.

✅ ﺇﻥ ﻣﻦ ﺗﺪﺑﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺣﻖ ﺍﻟﺘﺪﺑﺮ ﺣﺼَّﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﻭﺍﻟﻤﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﺪﻧﻴﻮﻳﺔ ﻭﺍﻷﺧﺮﻭﻳﺔ، ﻣﺎ ﻻ ﻳﻌﻠﻤﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻦ ﺃﻋﻈﻤﻬﺎ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺴﻌﺪﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻘﻮﻟﻪ : ‏( ﻣﻦ ﻓﻮﺍﺋﺪ ﺍﻟﺘﺪﺑﺮ ﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ : ﺃﻧﻪ ﺑﺬﻟﻚ ﻳﺼﻞ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺇﻟﻰ ﺩﺭﺟﺔ ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﻭﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺄﻧﻪ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ، ﻷﻧﻪ ﻳﺮﺍﻩ ﻳﺼﺪﻕ ﺑﻌﻀﻪ ﺑﻌﻀﺎً، ﻭﻳﻮﺍﻓﻖ ﺑﻌﻀﻪ ﺑﻌﻀﺎً ‏) ‏( 7 ‏)

✅ Orang yang mentadabburi Al Qur’an dengan sungguh-sungguh akan memperoleh manfaat & kebaikan dunia akhirat, yang hanya Allah yang mengetahui besarnya. Di antara keagungannya seperti yang disebutkan oleh Al ‘Allamah As Sa’di,

“Di antara manfaat tadabbur Al Qur’an adalah dengannya seseorang akan sampai pada derajat (semakin) yakin dan (semakin) paham bahwa Al Qur’an itu firman Allah. Karena ia menjumpai ayat-ayat saling membenarkan satu sama lain”. [7]

✅ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻟﻢ ﻳﻨﺘﻪ ﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻦ ﺇﺫ ﺳﻤﻌﻮﻩ ﺣﺘﻰ ﻗﺎﻟﻮﺍ : } ﺇِﻧَّﺎ ﺳَﻤِﻌْﻨَﺎ ﻗُﺮْﺁَﻧًﺎ ﻋَﺠَﺒًﺎ ‏( 1 ‏) ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮُّﺷْﺪِ ﻓَﺂَﻣَﻨَّﺎ ﺑِﻪِ { ‏[ ﺍﻟﺠﻦ : 1، 2 ‏] ، ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ } ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺣَﻀَﺮُﻭﻩُ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺃَﻧْﺼِﺘُﻮﺍ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗُﻀِﻲَ ﻭَﻟَّﻮْﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﻮْﻣِﻬِﻢْ ﻣُﻨْﺬِﺭِﻳﻦَ { ‏[ ﺍﻷﺣﻘﺎﻑ : 29 ‏] ، ﻭﻣﺎ ﻫﺬﺍ ﺇﻻ ﻟﺸﺪﺓ ﺗﺄﺛﺮﻫﻢ ﺍﻟﻨﺎﺑﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺪﺑﺮ ﻭﺍﻟﺘﻔﻜﺮ .

✅ Oleh karena itu ketika saudara-saudara kita dari bangsa jin mendengar bacaan Al Qur’an, mereka mengatakan:

“Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami”

(QS Al Jinn: 1-2)

Di antara mereka ada yang menyimak Al Qur’an

“Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata, ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.”

(QS Al Ahqāf: 29)

Hal ini dikarenakan mereka sangat tersentuh dengan Al Qur’an sebagai buah tadabbur & tafakkur.

✅ ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻼﻣﺎً ﻳﻜﺘﺐ ﺑﻤﺎﺀ ﺍﻟﺬﻫﺐ، ﻗﺎﻝ : ‏( ﻟﻴﺲ ﺷﻲﺀ ﺃﻧﻔﻊ ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻓﻲ ﻣﻌﺎﺷﻪ ﻭﻣﻌﺎﺩﻩ ﻭﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﻧﺠﺎﺗﻪ : ﻣﻦ ﺗﺪﺑﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺇﻃﺎﻟﺔ ﺍﻟﺘﺄﻣﻞ ﻓﻴﻪ، ﻭﺟﻤﻊ ﺍﻟﻔﻜﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﻌﺎﻧﻲ ﺁﻳﺎﺗﻪ ‏) ‏( 8 ‏) ، ﻭﺻﺪﻕ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺘﺪﺑﺮ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻔﺘﺎﺡ ﻛﻞ ﺧﻴﺮ، ﻭﻣﻐﻼﻕ ﻛﻞ ﺷﺮ،

✅ Ibnul Qayyim rahimahullāh mengatakan sebuah ungkapan yang patut dicatat dengan tinta emas,

“Tidak ada sesuatu yang paling bermanfaat di kehidupan dunia & akhirat serta mendekatkan seseorang pada keselamatannya, selain tadabbur Al Qur’an, merenungkannya secara seksama, dan memikirkan makna ayat-ayatnya”. [8]

Ucapan beliau memang benar. Karena tadabur Al Qur’an merupakan pintu segala kebaikan, penutup segala keburukan.

✅ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﻌﺪﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ‏( ﺗﺪﺑﺮ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻔﺘﺎﺡ ﻟﻠﻌﻠﻮﻡ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﺭﻑ، ﻭﺑﻪ ﻳﺴﺘﻨﺘﺞ ﻛﻞ ﺧﻴﺮ، ﻭﺗﺴﺘﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ، ﻭﺑﻪ ﻳﺰﺩﺍﺩ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻭﺗﺮﺳﺦ ﺷﺠﺮﺗﻪ . ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻌﺮِّﻑ ﺑﺎﻟﺮﺏ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺩ، ﻭﻣﺎ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ; ﻭﻣﺎ ﻳﻨﺰﻩ ﻋﻨﻪ ﻣﻦ ﺳﻤﺎﺕ ﺍﻟﻨﻘﺺ، ﻭﻳﻌﺮِّﻑ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺍﻟﻤﻮﺻﻠﺔ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺻﻔﺔ ﺃﻫﻠﻬﺎ، ﻭﻣﺎ ﻟﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻘﺪﻭﻡ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻳﻌﺮِّﻑ ﺍﻟﻌﺪﻭ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﺪﻭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ، ﻭﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺍﻟﻤﻮﺻﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﺬﺍﺏ، ﻭﺻﻔﺔ ﺃﻫﻠﻬﺎ، ﻭﻣﺎ ﻟﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﻭﺟﻮﺩ ﺃﺳﺒﺎﺏ ﺍﻟﻌﻘﺎﺏ . ﻭﻛﻠﻤﺎ ﺍﺯﺩﺍﺩ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺗﺄﻣﻼً ﻓﻴﻪ ﺍﺯﺩﺍﺩ ﻋﻠﻤﺎً ﻭﻋﻤﻼً ﻭﺑﺼﻴﺮﺓ ‏) ‏( 9 ‏)

✅ Syaikh As Sa’di rahimahullāh mengatakan,

“Tadabbur Al Qur’an merupakan kunci ilmu pengetahuan. Dengannya segala kebaikan & ilmu diperoleh. Dengannya iman bertambah dan tertanam dalam hati. Dengannya seseorang dapat mengenali Rabb (Tuhan) yang disembah, sifat-sifatNya yang sempurna, menyucikanNya dari sifat tidak layak bagiNya, dan jalan yang mengantarkan kepadaNya.
Dengan tadabbur pula, seseorang dapat mengenali musuh yang sebenarnya, jalan yang menjerumuskan kepada adzab, sifat-sifat mereka dan sebab-sebab yang mendatangkan adzabNya.
Semakin meningkat intensitas tadabbur seseorang, maka bertambah pula ilmu, amal, dan bashirahnya.”[9]

✅ ﺟﻌﻠﻨﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻘﺎﺭﺋﻴﻦ ﻭﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻤﻦ ﻳﺘﻠﻮﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺣﻖ ﺗﻼﻭﺗﻪ، ﻭﻳﺘﺒﻌﻮﻥ ﺍﻟﺘﻼﻭﺓ ﺑﺎﻟﺘﺪﺑﺮ ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ، ﺇﻧﻪ ﻭﻟﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﺍﻟﻘﺎﺩﺭ ﻋﻠﻴﻪ.

✅ Semoga Allah menjadikan kita & seluruh kaum muslimin termasuk orang-orang yang membaca Al Qur’an dengan sebenar-benarnya, melanjutkan tilawah dengan tadabbur & amal. Sesungguhnya Dia-lah Penolong dan Maha Kuasa atas hal itu.

 

▶️ Referensi:
http://www.almoslim.net/node/116674

dengan penyuntingan terjemahan dari:
http://www.wahdahmakassar.org/tadabbur-al-quran-kewajiban-bagi-umat/

👤 Syaikh Dr. Nashir Al Umar adalah Ketua Lembaga Tadabbur Al Qur’an Internasional & Sekjen Ikatan Ulama Muslim Dunia (Rabithah ‘Ulama Al Muslimin)


Footnote:

[1] Fathul Qadīr 2/180
[2] Tafsir As Sa’di 1/189-190
[3] Ishām Jam’iyyāti Tahfīdzil Qur’ānil Karīm fī Binā-il Ajyāl, Al Wāqi’ wal Ma-mūl, hlm 611-628
[4] Tafsir Ibnu Katsir 8/250
[5] Fathul Qadīr 7/336
[6] At Tahrīr wat Tanwīr 1/358
[7] Tafsir As Sa’di 1/189
[8] Madārijus Sālikīn 1/451
[9] Tafsir As Sa’di 1/189-190

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *