Manusia Tak Pandai Bersyukur

2 ayat yang mirip yang Allah tutup dengan akhiran yang berbeda:

1) Ayat Pertama

{ …وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ }

“…Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”

(QS Ibrahim [14]: 34)

2) Ayat Kedua

{ وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ }

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS An Nahl [16]: 18)

Ayat pertama ditutup dengan interaksi manusia terhadap Allah:
manusia zhalim dan kufur nikmat.

Ayat kedua ditutup dengan interaksi Allah terhadap manusia:
Allah Maha Pengampun & Maha Penyayang walaupun manusia sangat zhalim dan kufur nikmat.

Ya Allah, nikmatMu jauh lebih banyak daripada syukur kami padaMu…

Maka ampunilah kami yang tak pandai mensyukuri nikmat-nikmatMu…

Rawāi`u Al Qurān | Tadabbur Qur’an Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *