Terhubung dengan Orangtua Yang Wafat

  #SeriTadabburAyat – 24

⭐ { وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ }

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Tuhanmu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu.”

(QS Al Kahfi [18]: 82)

 Bahkan setelah kematiannya, keshalihan orangtua bisa menjadi sebab turunnya rahmat Allah bagi sang anak.

Sebagaimana keshalihan sang anak pun bisa menjadi sebab turunnya rahmat bagi orangtua yang telah wafat.

Keshalihan ialah penghubung antara dirimu dan keluargamu yang telah mendahuluimu.

Abu Utsman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *